Banjir Rendam 36 Rumah di Indramayu Akibat Hujan Deras dan Saluran Tertutup Proyek Nasional
Indramayu – Sebanyak 36 rumah di Blok Pande RT 16, 17, dan 18 RW 04, Desa Bangkaloa Ilir, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut. Tidak adanya saluran pembuangan yang mengalirkan air ke Sungai Cipelang turut memperparah kondisi banjir.
Kuwu Bangkaloa Ilir, H. Mislam, mengungkapkan bahwa banjir mulai melanda permukiman warga sejak Minggu (2/2/2025) pukul 01.00 WIB dini hari. Hujan lebat yang berlangsung sejak Sabtu malam menyebabkan genangan air semakin tinggi, terutama karena saluran pembuangan ke Sungai Cipelang tertutup oleh proyek nasional modernisasi Saluran Cipelang.
"Ada 36 rumah warga yang terdampak. Air sudah masuk ke beberapa rumah, namun tidak terlalu tinggi, hanya sebatas mata kaki. Sementara di luar rumah, ketinggian air bervariasi, bahkan ada yang mencapai sebetis orang dewasa," ujar Mislam pada Senin (3/2/2025).
Upaya Penanganan Banjir
Untuk mengatasi banjir, Pemerintah Desa Bangkaloa Ilir telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung dan pihak kontraktor proyek agar segera melakukan langkah penanggulangan. Salah satu solusi yang diupayakan adalah pompanisasi, yakni menyedot air dari permukiman warga ke Sungai Cipelang.
"Kami sedang menunggu bantuan pompanisasi karena itu satu-satunya cara yang bisa dilakukan saat ini. Warga memilih bertahan di rumah karena masih merasa aman, tetapi kami tetap siaga mengingat curah hujan masih tinggi," tambah Mislam.
Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Indramayu melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) Indramayu telah menyalurkan bantuan makanan siap saji bagi warga terdampak. Tim Tagana juga berjaga di lokasi untuk mengantisipasi jika hujan lebat kembali terjadi dan debit air meningkat.
"Kami terus memantau situasi serta menyalurkan bantuan bersama Kuwu. Semoga cuaca segera membaik dan air cepat surut," kata anggota Tagana, Ikin Sodikin.
Hingga saat ini, warga masih bertahan di rumah masing-masing, sementara pemerintah desa dan pihak terkait terus berupaya menangani genangan air agar tidak semakin meluas.